image

image

 image         image

Figure 054: Bastian

My name is Bastian. My father said that my name was after Bastian Tito, the writer of a serial action named Wiro Sableng, hehe.

I’m so in love with books. Since the fairy series book of the milk gift that I used to see the pictures when I was a kid until the biography of Coelho I am reading now. Why? Why a book? Simple! The book took me into a borderless journey in the bordered time dimension. In yesterday for example, I visited  French, Czech, Russia in other parts of Europe in just one sitting. Ah, fun, plus I was accompanied by Coelho, haha.

But to be in love with books doesn’t mean always being in love with beauty. The books made ​​me mocked “smart ass!”  The book also made ​​me get different labels ‘only’ because of  the book I read. Liberal, squirt, communist, socialist, ancient, gay, Christian, sentimental, the father an African, not relistic (ah, I forgot to write ‘a’ after the letter ‘e’), and more. Oh yes, the book also made ​​me called stingy! “You said you do not have money, but you bought the book. How stingy you are, Bast!” Haha … but I think it was all a joke. And I’ll keep (kept) loved the book! :) And went on to the United States, Zimbabwe, NZ, and even Tuvalu!

* PS: Reading will tell you what is Tuvalu, it will be tough anyway, but … just try it.

Thank you for the untold blessings, favors, though also sometimes be a burden you’ve given me:

Titian Foundation has introduced me to good books, the living books!

Mamak and sisters who have been keeping my books from the rain and termites :)

Those Miss from the library in junior high and senior high school who gave me extra time to borrow without having to pay a fine :)

All the people who have lent me, gave me, recommended me, bought me the book!

Best regards,

Bastian

[Photos by Bastian Hidayat]

___

Sosok 054: Bastian

Namaku Bastian. Kata bapak, namaku diambil dari nama Bastian Tito, penulis serial laga Wiro Sableng, hehe.

Aku begitu mencintai buku. Sedari buku serial dongeng hadiah susu bubuk yang dulu biasa kulihat gambarnya hingga biografi Coelho yang sekarang tengah kubaca. Kenapa? Kenapa buku? Sederhana! Buku membawaku ke dalam kembara tanpa tepi dalam dimensi waktu yang bertepi. Sehari kemarin misalnya, aku mengunjungi Prancis, Ceko, Rusia di belahan Eropa hanya dalam sekali duduk. Ah, menyenangkannya, ditambah lagi aku ditemani oleh Coelho, haha.

Tetapi, mencintai buku bukan berarti selalu mencintai keindahan. Buku membuatku diolok-olok “Keminter! Sok pintar!” Buku pula yang membuatku mendapatkan berbagai label ‘hanya’ karena buku yang kubaca. Liberal, kuper, komunis, sosialis, kuno, homo, kristen, sentimentil, bapaknya orang Afrika, tidak relistis (ah, aku lupa menulis ‘a’ setelah huruf ‘e’), dan banyak lagi. Oh ya, buku juga yang membuatku disebut pelit! “Katanya gak ada duit, tapi itu beli buku. Pelit lu Bast!” Haha… tapi aku menganggap semua itu hanya lelucon. Dan aku akan tetap (terus) mencintai buku! :) Dan meneruskan perjalanan ke Amerika, Zimbabwe, NZ, bahkan Tuvalu!

* P.S: Membaca akan memberitahumu apa itu Tuvalu, akan berat sih, tapi… coba saja.

Terima kasih tak terkira untuk berkat, nikmat, walau juga kadang menjadi beban yang telah kau berikan padaku:

Titian Foundation yang telah memperkenalkanku pada buku bagus, buku-buku hidup!

Mamak dan adik-adikku yang telah menjaga buku-bukuku dari hujan dan rayap :)

Mbak-mbak perpust SMP dan SMA yang telah memberiku ekstra waktu pinjam tanpa harus membayar denda :)

Semua orang yang telah meminjamiku, memberiku, merekomendasikanku, membelikanku buku!

Salam,

Bastian.

[Foto-foto oleh Bastian Hidayat]


...